Cerita Pagi di 20 April :)

foto bayi dari om google 😉

Sejak 3 hari yang lalu ada dua buah sariawan lucu main di lidahku. Dampaknya, tak ada satupun makanan berat bisa masuk. Hanya jus, susu dan energen. Tentu saja mempengaruhi sistem imunku hingga pada akhirnya tadi malam sinyal sinyal demam dan flu mulai berkunjung. Pagi ini badan mulai meriang, dikuatkan dengan telpon mama yang meminta tuk beristirahat saja membuatku memutuskan untuk tidak ke kampus dan melupakan sejenak klien. Klien hari ini adalah diriku. Tidak boleh sakit atau lebih parah dari kondisi saat ini pikirku. Untung saja semalam teman kuliahku yang pulang kampung – Dhia – menitipkan motornya di kontrakanku. Segera saja kugunakan motornya dan  merencanakan “belanja sehat”. Dan sepanjang perjalanan inilah aku menemukan kasih sayang Allah yang tanpa batas lewat mana saja dan dimana saja.

Mari kita mulai dari Mbah. Mbah  adalah “kepala pembantu umum” ibu rumah tempatku mengontrak tempat tinggal. Setiap pagi, Mbah keliling mengontrol kondisi kos-kosan milik ibu rumahku. Ibu rumah cukup terkenal di daerah sini. Hampir semua kos-kosan cowok sekitar sini adalah miliknya. Yaa.. semacam juragan kosan. Hanya tempatku – rumah – yang dikontrakkan untuk putri. Jadi di kanan kiri kontrakanku adalah kosan cowok. Sayangnya saya masih menyukai lelaki Sulawesi hingga saat ini, jadi insya Allah tak tergoda *eh. Lanjut, Mbah menyapaku lebih dahulu saat sedang kupanaskan motor. Tanpa sebelumnya kuberitahu tentang kondisiku, beliau langsung menyentuh tanganku dan berkata “Mbak sakit? Mau kemana? Gak ke kampus?”. Setelah ku jelaskan rencana “belanja sehat” hari ini, beliau mengarahkanku ke tempat penjual bubur dan jus rekomended versi beliau. Alhamdulillah.. padahal sebelumnya bingung mau nyari dimana.. setelah kuiyakan, segera aku berpamitan dan melanjutkan perjalanan.

buryam
Foto ambil di Google

Ternyata bubur rekomendasi mbah sama dengan tempat yang biasanya kudatangi juga. Bagi teman-teman yang kuliah dan pernah menetap di jogja pasti tahu gerobak bubur ini. Lokasinya di jalan kaliurang 4 depan rumah makan Ngudi rejeki. Buburnya enak di lidah dan hanya 8000/mangkuk sudah porsi komplit dan hanya ada saat pagi hingga pukul 11.00 WIB. Oke, lanjut, setibaku disana segera kusapa masnya dan memesan menu seperti yang kumau – bubur ayam gak pake kacang, tambahin garam biar lebih asin karena lidahnya pahit plus sambel satu sendok – Mas bubur kemudian bertanya “Mbak sakit? Tenang mbak, bubur saya sesuai resep dokter”. Ahahaha.. ada ada saja mas bubur ini. Setelah tertawa perasaanku menjadi lebih nyaman. Terima kasih Mas bubur yang baik. Sayangnya gak sempat foto warungnya.

agro ugm
Agro tampak depan – diambil dari google 🙂

Melanjutkan perjalanan ke Agro. Salah satu supermarket milik teman-teman Agrobisnis UGM. Jualan disana hampir semua merupakan hasil olahan alami dan sehat. Banyak susu segar dan hasil tanaman langsung dari pertanian UGM dan tentu saja harganya sesuai kantong mahasiswa. Sehat dan terjangkau. Disana saya membeli yogurt segar, madu dan obat. Karena bingung memilih yogurt sambil mempertimbangkan rasa dan harga, ada seorang mas-mas yang sepertinya adalah karyawan Agro yang kemudian menghampiri dan membantuku menentukan pilihan dengan menjelaskan perbedaan kualitas. Ah senang. Kalau sakit begini yang dipikir itu kualitas biar badannya sehat, bukan harganya. Hihihi.. dasar! 😀

yohanes
ketemu fotonya di om google

Perjalanan kembali ke kontrakan, aku bertemu dengan Yohanes – akhirnya ku tahu siapa namanya – anak kecil penjual Koran. Bagi teman-teman mahasiswa di jogja yang senang main di Sunday Morning (Sunmor) UGM pasti tidak asing dengan anak ini. Dia selalu menjual korannya sambil teriak “kak korannya.. korannya.. koraaaaaan..” dengan suara lantang. Anak ini terlihat pede dan bersemangat berkeliling menjual korannya. Dan barusan aku menjumpainya di lampu merah. Segera aku singgah dan membeli satu korannya. “namamu siapa? Kamu gak sekolah?” tanyaku. “namaku Yohanes, tidak sekolah kak, mau bantu orang tua” ucapnya. Badannya kurus kecil dengan kulit kecoklatan efek terbakar matahari.

Saat ini mungkin pendidikan bukan hal yang penting menurutnya dan menurut orang tuanya. Sayangnya, kita tak bisa menuntut menyalahkan, jelas seorang anak memiliki hak untuk sekolah, namun untuk hidup sulit baginya. Disini terlihat jelas jika pendidikan itu sangat penting. Pendidikan yang membuat orang tua paham jika yohanes masih saja tidak bersekolah, kelak, dia sendiri yang akan mencetak yohanes yohanes berikutnya. Tapi saya percaya, skenario Allah pasti baik. Setidaknya saya bisa belajar untuk lebih banyak bersyukur dan sekolah dengan benar. Bukan sekolah untuk ajang keren-kerenan. Selamat berjuang dik. Semoga setelah ini ada solusi-solusi yang bisa kubahas dengan teman-teman volunteerku.

Bola Untuk Arasya

Dalam perjalanan pulang baru kusadari jika lupa membeli jus. Beruntung penjual jus dekat rumah sudah terbuka – saat berangkat masih tertutup – singgahlah aku. Saat memesan jus, lewat seorang kakek penjual balon balon maka kuhampiri beliau sekedar menyapa dan menanyakan jualannya, pas juga kemarin Arasya – anak temanku mita – berulang tahun, saya percaya pertemuan ini adalah bagian dari skenarioNya. Rejeki nak Arasya dapat bola, rejeki bapak berjumpa pelanggan manis sepertiku. Maka kubeli saja bola bola mainan ini. Beliau bernama pak suparman, seluruh jualan balonnya dihargai 10ribu/buah. Beliau sehari hari menjajakan jualannya dengan berkeliling dan tidak menetap di satu tempat. Semoga Allah memudahkan rejekimu, pak! Amin.

Masih di tempat jus, ibu penjual jus bernama ibu Yuli, mungkin karena melihatku

17990580_1670707589611357_6555700380270821341_o

terbatuk-batuk sambil menggunakan masker dan memesan jus lebih dari satu – biar jadi stock dan gak harus keluar rumah terus pikirku, beliau berkata lebih dahulu “Mbak Sakit? Sejak kapan? Mbak tinggal dimana?” setelah kujelaskan kondisi dan lokasi tempat tinggalku yang hanya berjarak 5 rumah dari tempatnya, beliau menyarankan untuk meminum air rebusan kacang hijau. Kata beliau manfaatnya bagi tubuh sangat banyak tidak hanya untuk sariawan. Alhamdulilah.. dapat info baik dan kenalan baru lagi.

Dan siang nanti aku akan mendapatkan kunjungan istimewa dari sahabatku Andi Halimah. Sejak kami tidak sekontrakan dan tidak sekamar lagi, dia yang sudah seperti saudaraku masih rutin berkomunikasi. Nanti cerita baiknya adalah dia akan datang dan memasak ikan masak kuning untukku. Makanan khas Makassar yang sangat kurindukan. Cant wait to see you here, Halima! Horreee 😀

Alhamdulillah.. Sakit membawa nikmat.

Jika saja aku terus mengeluh dan hanya menangisi kondisiku dengan tetap berbaring di kamar dan hanya memanfaatkan pesan delivery saja, mungkin hal-hal baik yang kutemui di pagi hari ini tak akan pernah kujumpai. Setiap kejadian dihadirkan dalam hidup, baik buruknya adalah cara Allah menunjukkan kasih sayangnya. Jika baik itu adalah bentuk  sayangnya, jika buruk itu bentuk Ia ingin membuat kita lebih dewasa dan belajar untuk mensyukuri nikmatNya.

Alhamdulillah 🙂

Yogyakarta, 20 April 2017

Tulisan ini dituliskan dalam posisi makan bubur (akhirnya bisa makan) sambil menikmati Koran hari ini dengan isi berita pak Anis menang. Banyak kabar baik pagi ini. Insya Allah selangkah lebih dekat menuju sembuh.

Yeiy! ^-^

Penulis: Fany

A Beautifull mind^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s