Batal Diet

Beberapa hari yang lalu, di kota tempatku merantau kini –Yogyakarta- aku kedatangan adikku, Fadil. Untungnya keputusanku untuk mengontrak rumah diawal tahun lalu sudah tepat sehingga ketika berada dalam kondisi seperti ini, dimana adikku adalah seorang laki-laki dan saya kakak perempuan, dia tetap bisa tinggal di tempatku.  Bisa dibayangkan jika kos-kosan, mungkin agak sulit untuk bisa tetap membersamainya selama disini.

Jika biasanya soal makan beserta pola dietnya menjadi hal yang biasa dalam rutinitasku, kini kebiasaan itu mulai “terbongkar” dengan kehadiran adikku. Saya yang memang biasanya lebih menyukai masak sendiri di rumah karena lidah belum terlalu cocok dengan masakan jawa yang serba manis, dibanding makan diluar, mulai menyediakan bahan dan menu untuk berdua. Tidak hanya itu, pola makanku yang biasanya porsi secukupnya menurut porsiku, kini harus selalu bertambah sedikit lagi. Semua karena adikku, fadil.  Saya yang sebelumnya sudah mulai terbiasa untuk mengurangi porsi makan malam bahkan hanya minum susu saja kini harus berdebat kecil dengannya.

Di ambil di om Google

Pembicaraan tentang diet pun baru saja kami bicarakan. Adikku fadil berusaha asertif dengan menyampaikan jika ia tidak menyenangi polaku yang mulai diet. Menurutnya untuk apa diet sedangkan badanku tidak gendut. Itu menurutnya, pikirku. Pada kenyataannya saya belum bisa dikategorikan gendut dengan berat badan 48 Kg yang masih dalam taraf normal untuk wanita seusiaku. Namun beberapa waktu lalu saya sempat di tegur oleh mama untuk mulai menjaga pola makan sebagai bentuk menjaga kesehatan dan tentu saja untuk segera memberikannya menantu. Ahahaha ..

Singkat cerita, kutanya fadil adikku akan persepsinya tentang cantik seorang wanita. Hanya penasaran saja dengan pandangan dia tentang konsep wanita dan cantik dari sisi seorang laki-lai meski ini tentu sangat subjektif. Menurutnya, tidak masalah jika perempuan itu gendut yang penting dia sehat. Kutanya ia lagi “ia memang sehat yang penting, tapi pasti fadil nanti kalau cari istri pasti yang langsing juga toh? Ya kan?”.tidak” tegasnya. Sekali lagi ia menegaskan jika tidak masalah jika nanti istrinya gendut selama sehat. “untuk apa cantik kak kalau sakit-sakitan, kita cari istri bukan untuk dipamerkan tapi yang bisa urus keluargata kak” ucapnya sambil mengakhiri pembicaraan kami yang sedang makan nasi goreng berdua dan tentu saja sambil menambahkan lagi porsi nasi untukku.

Oke. Jujur saja kata kata adikku soal “untuk apa cantik, kalau sakit-sakitan” masih terngiang-nging dipikiranku. Dan keputusanku malam ini berubah, saya tidak akan diet lagi.

Penulis: Fany

A Beautifull mind^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s